Senin, 16 Januari 2012

Liburan di Pati


Waktu liburan semester satu merupakan waktu liburan yang cukup panjang. Dari pada nganggur di rumah saya memutuskan untuk ikut om saya pergi ke rumah orang tuanya yang berada di Pati. Pati merupakan salah satu kota yang ada di provinsi Jawa Tengah. Kota ini terletak di kawasan pesisir pantai utara pulau Jawa. Kami pergi ke sana beserta om, bibi, dan juga adik sepupu saya. Perjalanan ke sana kami tempuh dengan mengendarai sepeda motor. Waktu yang ditempuh selama perjalanan ke Pati hampir mencapai kurang lebih 5 jam disebabkan kami sempat beristirahat dua kali. Yang pertama di Gubug sedangkan yang kedua di stasiun pom bensin Purwodadi. Selama di Pati saya tinggal di rumah orang tua om saya, yang bernama mbah Tik. Rumah mbah Tik ini terletak di desa Soneyan Kecamatan Margoyoso. Mbah Tik sendiri dikenal sebagai salah satu sesepuh di desa ini, sehingga banyak warga yang menaruh hormat kepada beliau. Hal ini nampak dari sikap mereka yang selalu memberi salam ketika berjumpa dengan beliau.
Desa Soneyan sendiri terdiri dari tiga RW yaitu: Sumber (RW1), Dungpanjang (RW2), dan Clangap (RW3). Sebagai salah satu daerah di Jawa Tengah, desa ini masih menyimpan dan melestarikan berbagai adat dan kesenian jawa. Diantaranya yaitu: Lamporan (diadakan setiap bulan Suro sebagai upacara untuk mengusir roh jahat), dan pada siang harinya digelar acara Barongan. Selain itu setiap bulan April juga diadakan sedekah bumi di 3 perdukuhan, dengan menggelar hiburan antara lain Seni Topeng, Wayang Kulit dan Barongan. (dikutip dari wikipedia)
Kehidupan masyarakat di desa Soneyan sendiri sebagian besar bertumpu pada bidang pertanian. Hal ini dapat terlihat dengan begitu banyaknya lahan yang  ditanami dengan berbagai macam tanaman dan pepohonan. Salah satu pohon yang sering dijumpai di desa ini yaitu pohon rambutan. Hampir di setiap rumah di desa ini memiliki setidaknya satu pohon rambutan. Selain bertani, mata pencaharian penduduk di desa ini ada yang beternak sapi atau kambing. Pagi-pagi sekali biasanya orang-orang pergi mencari rumput untuk makan ternak mereka. Kehidupan masyarakat di desa Soneyan ini sangat baik dan terjalin dengan harmonis.




8 komentar:

  1. Nice post kawan,
    saya pribadi sebagai orang pati merasa sangat bangga dan senang karena masih ada orang yang peduli dalam melestarikan kebudayaan daerah seperti anda. Terbukti dengan artikel anda sekarang yang mengangkat tema tentang kebudayaan lokal.
    Setiap tahun desa saya juga mengadakan sedekah bumi, dan dapat dipastikan saya selalu menyempatkan diri untuk pulang ke pati,sekedar untuk melihat kethoprak dan barongan. Dan yang paling membuat saya kangen adalah "pasung" makanan yang hanya ada pada saat sedekah bumi di pati... :)
    Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan kebudayaan-kebudayan daerah yang tak ternilai harganya!.

    BalasHapus
  2. acara sedekah bumi atau kalau ditempat saya dinamakan "mertu deso" merupakan kegiatan yang wajib(mungkin) dilakukan agar desa atau wilayah yang ditinggali menjadi aman dan nyaman serta selalu berkelimpahan berkat...

    BalasHapus
  3. sedekah bumi bagi masyarakat khususnya daerah pantura, memang sering dilaksanakan, dan itupun saat pada musim-musim tertentu, dari berbagai macam kegiatan itu juga merupakan tradisi dan ciri khas tersendiri,, agar telimpahan rahmat, mendapatkan keberkahan, rezeki yang lancar, and de.el.el.....

    BalasHapus
  4. kalo ditempat saya MERTI DESO diadakan kemaren,, tapi di Makam ikk..
    gak tau juga dink, apakah ini sama atau tidak :)
    malamnya acara kumpul bersama 1 desa..
    ya begitulah teman ^^..

    BalasHapus
  5. Wah sangat menyenangkan sekali bisa merasakan kehidupan di pedesaan. :D

    BalasHapus
  6. nice story dung....ternyata ketika berlibur banyak manfaat yang bisa kita dapat.

    BalasHapus
  7. Jadi pngen Mudik k rumah Mbah ,,,,,,, heheheheh......
    ternyata masyarakat Indonesia masih konsisten menjaga tradisi nenek moyangnya ,,,,,,
    kmaren Gua juga sempat maen ke Pati tapi ngga' waktu ada acara "Merti Deso" ,,,,,
    mungkin laen kali ,,,,,
    but away nice Post.....
    Ku tunggu Posting berikutnya .......

    BalasHapus
  8. wah aku jadi belajar banyak tentang kebudayaan di indonesia, aku malah baru tahu di pati seperti itu.

    BalasHapus